Masjid Agung Pekojan

Menyusuri Jejak 4 Masjid Tertua di Semarang, Ada yang Lebih Tua dari Kota Semarang!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Masjid merupakan kata benda yang merujuk pada rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam. Penyebaran islam di Semarang bertumpu pasa tiga sumber, yakni dari Timur Tengah, India Gujarat, dan etnis Tionghoa. Bermula pada Ki Ageng Pandanaran yang diperintah oleh Sultan Demak, Raden Patah, untuk mengislamkan masyarakat yang tinggal di Pulau Tirang atau yang sekarang disebut Pulau Semarang. Penyebarannya sendiri sudah dimulai sejak abad ke-14, jadi wajar kalau terdapat masjid yang usianya lebih tua dari Kota Semarang. Usahakan menginap di hotel murah Semarang yang dekat dengan masjid-masjid bersejarah ini, ya. Berikut ulasannya!

Masjid Layur Kampung Melayu

Masjid Menara Kampung Melayu atau yang biasa disebut Masjid Layur merupakan salah satu masjib tertua yang ada di Semarang. Kamu bisa menjangkaunya dari Pasar Johar ke arah Kota Lama melalui Kantor Pos Besar Jalan Pemuda. Tuh, diingat-ingat, biar ada bayangan mau menginap di hotel murah Semarang yang mana kalau mau dekat dengan masjid ini. Bangunan masjid cenderung lebih banyak memiliki unsur lokal dan masih berdiri kokoh sampai sekarang. Kenapa dinamakan Kampung Melayu? Karena orang Melayu sudah menempati lokasi ini sejak 1743, sedangkan Masjid Layur didirikan pada tahun 1802, jadi wajar kalau nama masjid ini ada embel-embel “Kampung Melayu”-nya. Masjid ini pernah mengalami pengalihan fungsi, lho! iya, pada tahun 1945 – 1949 tepatnya saat perang kemerdekaan, fungsi menara di masjid ini berubah sebagai menara pengawas pantai.

Masjid Besar Kauman (Masjid Agung Semarang)

Masjid Besar Kauman atau Masjid Kauman dulunya bernama Masjid Agung Semarang ini berlokasi di Jl Alun-alun Barat no. 11. Menurut sejarah, masjid ini dibangun pada 1170 Hijriah atau 1749 Masehi, lebih tua dari umur kota Semarang. Arsitektur di masjid ini cenderung menerapkan arsitektur tradisional Jawa dengan atap limas bersusun tiga dan disokong 36 pilar layaknya bangunan Majapahit. Mampir sejenak dan kamu akan paham betapa berpengaruhnya Masjid Kauman terhadap penyebaran Islam di Semarang.

Masjid Agung Pekojan

Masjid Agung Pekojan sudah berumur sekitar 150 tahun jika dilihatr dari prasasti yang ada di dalamnya. Nama masjid berasal dari kata “Koja”, yaitu etnis Pakistan yang menikah dengan pribumi. Setiap bulan Ramadhan, masjid Agung Pekojan selalu menyediakan bubur India sebagai hidangan berbukanya. Setiap hari para pengurus masjid memasak sekitar 20kg beras untuk diolah menjadi bubur India yang kaya akan rempahnya.

Masjid Taqwa Sekayu

Berlokasi di Kampung Sekayu, dan dulunya merupakan Masjid Besar Semarang saat terjadi perpindahan kabupaten dari Gabahan ke Sekayu. Masjid Taqwa Sekayu dibangun oleh Kyai Kamal, seorang ulama asal Cirebon yang juga tokoh agama ke[ercayaan Sunan Gunung Jati. Sekilas, Masjid ini mirip dengan Masjid Agung Demak, karena memang Masjid Sekayu dibangun dalam rangkaian proses pembangunan Masjid Agung Demak.

Nah, empat masjid tertua di Semarang di atas masih berdiri kokoh sampai saat ini. Kapan lagi beribadah di masjid yang punya peranan penting dalam penyebaran Islam di Semarang, kan? Pasti lebih bermakna dan sampai ke hati! Mau wisata religi dan menginap di hotel murah Semarang? #gampang! Booking aja di Mister Aladin!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *